Jakarta (ANTARA) – Ajang balap sepeda Bekasi Coastal Gravel 2026 yang digelar di REVO Mall, Bekasi, Sabtu (25/7), yang bertema “From Urban Beats to Coastal Beast“, mengangkat potensi sport tourism pesisir dan meningkatkan wawasan soal pentingnya ekosistem pantai.

Founder GX-ID (Gravel & Ultra Cycling Indonesia), Budi Yakin, mengatakan Bekasi Coastal Gravel 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu ketahanan pesepeda, tetapi juga sarana membangun kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

“Melalui petualangan sepeda ini, kami ingin menumbuhkan literasi ekologi pesisir sekaligus membuktikan bahwa pesisir Indonesia menyimpan potensi sport tourism yang luar biasa,” kata Budi dalam keterangan yang diterima, Senin (27/7).

Penyelenggara menargetkan Bekasi Coastal Gravel 2026 menjadi ajang coastal gravel pertama di Asia. Melalui rute yang melintasi kawasan pesisir utara Bekasi, peserta diajak menikmati tantangan khas berupa lintasan tanah, pasir, angin pantai, hingga cuaca panas, sembari mengenal lebih dekat kondisi ekosistem pesisir.

Bekasi Coastal Gravel 2026 merupakan inisiatif GX-ID, komunitas yang sejak 2018 aktif mengembangkan olahraga sepeda gravel melalui kegiatan sosialisasi, literasi, kompetisi, dan penguatan jejaring komunitas. Saat ini GX-ID memiliki lebih dari 80.000 anggota yang tersebar di 25 kota dan wilayah di Indonesia.

Menurut penyelenggara, Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan wisata olahraga berbasis kawasan pesisir mengingat statusnya sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang. Ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai bagian dari pengembangan sektor sport tourism di daerah.

Bekasi Coastal Gravel 2026 menghadirkan empat kategori, yakni Race 100+ kilometer, Gravel Ultra 150+ kilometer, serta Gravel Ride 50+ kilometer dan 80+ kilometer yang bersifat nonkompetitif.

Kategori 100+ kilometer menjadi kelas utama dengan jarak tempuh sekitar 116 kilometer yang mempertandingkan kategori putra, putri, master 50+, dan pasangan, sedangkan kategori 150+ kilometer diperuntukkan bagi peserta ultra-endurance.

Ajang tersebut juga diikuti sejumlah pegiat olahraga endurance nasional, di antaranya Chaidir Akbar, Patricia Lisia, serta sejumlah finisher Bentang Jawa yang dikenal sebagai pesepeda jarak jauh.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *