Stay in the loop

Subscribe to the newsletter for all the latest updates

[contact-form-7 id="cbf4cce" title="email"]

Sering Pusing dan Kliyengan? Kenali Perbedaan Darah Rendah (Hipotensi) dan Kurang Darah (Anemia)

Table of Content

“Duh, kepala tiba-tiba pusing berputar, kayaknya ‘darah rendah’ aku kambuh, deh.”

Kalimat ini seringkali kita dengar, atau mungkin sering Moms ucapkan sendiri saat merasa lemas, kliyengan, atau hampir pingsan. Di masyarakat kita, istilah “darah rendah” dan “kurang darah” sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan kondisi tubuh yang lemas dan pusing.

Tapi Moms, tahukah Anda bahwa secara medis, kedua kondisi ini berbeda total?

Salah kaprah ini bisa berbahaya jika kita salah menangani atau salah mengonsumsi suplemen. Untuk itu, yuk kita bahas tuntas perbedaan mendasar antara Hipotensi (Darah Rendah) dan Anemia (Kurang Darah) agar kita lebih bijak dalam menjaga kesehatan keluarga.


1. Hipotensi: Masalah pada “Tekanan” Aliran Darah
Hipotensi, atau lebih dikenal sebagai darah rendah, adalah kondisi di mana tekanan darah Moms di dalam arteri berada di bawah batas normal.

Bayangkan Seperti Slang Air
Analogi termudah adalah slang air Moms di rumah. Jika kran air hanya dibuka sedikit, tekanan air di dalam slang akan lemah, sehingga air yang keluar tidak bisa mencapai ujung slang dengan kuat.

Dalam tubuh, jantung adalah pompa, dan arteri adalah slang. Jika tekanan jantung lemah, darah tidak bisa terpompa dengan kuat ke organ-organ penting, terutama otak.

Gejala Utama Hipotensi
Gejala hipotensi seringkali muncul mendadak, terutama saat Moms berubah posisi.

  • Pusing berputar atau kliyengan.
  • Pandangan kabur atau berkunang-kunang.
  • Mual.
  • Pingsan (dalam kondisi tekanan darah sangat rendah).

Penyebab Umum

  • Dehidrasi: Kurang minum cairan membuat volume darah berkurang.
  • Hipotensi Ortostatik: Perubahan posisi tubuh yang mendadak, misalnya dari tidur tiba-tiba berdiri.
  • Masalah Jantung: Jantung yang lemah atau detaknya terlalu lambat.

Diagnosis

Kondisi ini didiagnosis hanya dengan mengukur tekanan darah Moms menggunakan alat tensimeter. Biasanya angka tensinya berada di bawah 90/60 mmHg.


2. Anemia: Masalah pada “Kualitas” Isi Darah
Anemia, atau kurang darah, adalah kondisi di mana tubuh Moms kekurangan sel darah merah atau Hemoglobin (Hb) yang sehat.

Bayangkan Seperti Armada Angkutan
Sel darah merah Moms diibaratkan armada truk yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hemoglobin (Hb) adalah sopir truknya. Jika jumlah sopir atau jumlah truknya terlalu sedikit, maka pasokan oksigen ke otak, otot, dan jaringan tubuh lainnya akan terganggu.

Gejala Utama Anemia
Berbeda dengan hipotensi, gejala anemia cenderung muncul perlahan namun terasa terus menerus.

  • Kelelahan Kronis: Moms merasa sangat lelah meski tidak beraktivitas berat.
    Lemas dan kurang bertenaga.
  • Kulit Pucat (terlihat jelas di wajah, bibir, atau kelopak mata bawah).
  • Sesak napas saat beraktivitas ringan.

Penyebab Umum

  • Kekurangan Zat Besi: Penyebab tersering anemia pada ibu hamil dan anak-anak. Zat besi dibutuhkan untuk membuat Hemoglobin.
  • Kekurangan Vitamin B12 atau Folat.
  • Penyakit kronis atau perdarahan berat (misalnya saat menstruasi berlebih).

Diagnosis
Hipotensi tidak bisa didiagnosis dengan tensimeter. Satu-satunya cara adalah melalui tes darah laboratorium untuk melihat kadar Hb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Posts

Featured Posts

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Featured Posts

Follow Us