Jakarta (ANTARA) – Samsung dikabarkan bakal memproduksi chip lebih banyak untuk bisnis yang dimiliki Elon Musk terbaru adalah chip implan otak Neuralink generasi berikutnya.
Kabar ini datang setelah Samsung dalam beberapa waktu terakhir sudah memasok chip untuk beberapa bisnis lainnya seperti chip untuk kendaraan listrik Tesla, server AI xAI, dan robot humanoid.
Mengutip kabar dari Sammobile yang siar pada Senin (15/6) waktu setempat, informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media lokal Korea Hankyung.
Baca juga: Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dapatkan peningkatan baterai signifikan
Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip8 telah dapatkan sertifikasi dari FCC
Penelitian untuk chip implan otak itu mulai dilakukan oleh perusahaan Samsung Foundry.
Chip ini bakal menjadi chip implan otak generasi keempat dari Neuralink dan ini adalah pertama kalinya Samsung mendapatkan kontrak dari Neuralink.
Proyek ini dilaporkan memiliki kode internal “O1” dan diharapkan akan diproduksi menggunakan teknologi proses 4 nm dari Samsung.
Secara lebih rinci, chip ini dirancang untuk digunakan dalam sistem antarmuka otak-komputer Neuralink.
Baca juga: Samsung investasi Rp26 triliun bangun pabrik pengujian chip di Vietnam
Pengerjaan chip baru Neuralink oleh Samsung ini sebenarnya telah dimulai pada akhir 2025 dan produksi chip uji pertama dimulai bulan lalu.
Jika berjalan sesuai rencana, produksi massal dapat dimulai pada paruh kedua 2027.
Dengan teknologi implan otaknya, Neuralink bertujuan memungkinkan pengguna mengontrol perangkat menggunakan sinyal otak bukan gerakan fisik.
Perangkat Neuralink ditanamkan melalui prosedur bedah yang melibatkan tengkorak dan dirancang untuk menciptakan koneksi langsung antara otak dan perangkat eksternal.
Para pengamat industri memperkirakan hubungan bisnis antara Samsung Electronics dan perusahaan-perusahaan Elon Musk akan berkembang di tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Samsung tak sengaja ungkap fitur-fitur Galaxy A27
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 7 dapat dua fitur AI baru
Baca juga: Samsung jadi produsen ponsel pintar terbesar pada kuartal pertama 2026



