Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (tengah) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi (kanan) dan Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia (kiri) memberikan keterangan pers di Kantor Bakom, Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggelar keterangan pers terkait program prioritas penguatan ketahanan energi nasional dan pangan nasional ditengah perubahan iklim. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar/pri.
Dalam konteks pertumbuhan yang inklusif dan pemerataan pembangunan, dua program yang menjadi fokus utama adalah desa wisata dan Event by Indonesia
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata memfokuskan pengembangan sektor pariwisata pada program desa wisata dan Event by Indonesia pada 2026 guna mendorong pertumbuhan yang inklusif serta pemerataan pembangunan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Kementerian Pariwisata menjalankan lima program unggulan pada 2026, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, desa wisata, dan Tourism 5.0.
“Dalam konteks pertumbuhan yang inklusif dan pemerataan pembangunan, dua program yang menjadi fokus utama adalah desa wisata dan Event by Indonesia,” kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Bakom: Kunjungan wisman ke Indonesia naik di tengah dinamika global
Qodari menuturkan, pada program desa wisata, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan jumlah desa wisata, tetapi juga kualitas pengelolaannya. Saat ini terdapat lebih dari 6.200 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peningkatan kualitas dilakukan melalui berbagai program sertifikasi, termasuk sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga 29 Mei 2026, sebanyak 31.548 sertifikasi telah diterbitkan di 1.116 desa wisata.
Selain itu, kata dia, pemerintah melakukan pendampingan pengelolaan serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“Hasilnya, 50 desa wisata pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 yang mendapatkan pendampingan mencatatkan peningkatan kunjungan sebesar 44,8 persen, dari 1,6 juta menjadi 2,32 juta kunjungan dengan pendapatan yang naik 29,41 persen, dari Rp46 miliar menjadi Rp59,6 miliar,” kata Qodari.
Sementara itu, melalui program Event by Indonesia, lanjutnya, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan daerah melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
Qodari mengatakan pada 2025 program tersebut berhasil menyelenggarakan 98 kegiatan yang menarik 10,8 juta pengunjung.
Baca juga: Verifikasi calon penerima program bedah rumah capai 300 ribu unit
Kegiatan itu menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp7 triliun, melibatkan 15.400 pelaku UMKM, serta memberikan manfaat kepada 219.100 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
“Momentum ini tentu saja harus berlanjut di tahun 2026 dengan target 125 event terkurasi di 38 provinsi sepanjang tahun,” kata dia.
Qodari mengungkapkan hingga 15 Juni 2026, sebanyak 38 kegiatan telah terselenggara dengan capaian 1,19 juta pengunjung, perputaran ekonomi Rp86 miliar, keterlibatan 4.670 pelaku UMKM, serta manfaat bagi 30.873 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
Qodari menambahkan, selain dua program tersebut, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program Tourism 5.0 melalui peluncuran platform kecerdasan buatan Maya atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia yang berbasis pada data ekosistem resmi Wonderful Indonesia dan Kementerian Pariwisata.
“Maya dirancang untuk memberikan rekomendasi destinasi yang terkurasi, lengkap, dan selalu terbarukan. Termasuk membantu keluarga menyusun itinerary yang praktis sesuai anggaran dan ramah keluarga selama liburan sekolah,” katanya.
Baca juga: Qodari: Tambahan anggaran dan pemetaan wilayah percepat program rumah



